EMPAT PENGOKOH DUNIA

OLEH ENJANG MUHAEMIN

Rasulullah SAW mengingatkan, ”Kokohnya dunia ini karena empat perkara. Dengan ilmu para ulama, dengan keadilan para penguasa kedermawanan orang-orang kaya, dengan doa-doa fakir miskin. “Petuah mulia itu sudah sering kita dengar, bahkan mungkin sudah hapal di luar kepala.

Namun sayang, kelamnya hati dan dungunya akal kita, membuat kita tak banyak mengindahkannya. Tragisnya, peringatan itu dianggap angin lain, tak bermakna, kecuali sebagai penghias kata pemanis retorika. Sungguh, itulah kedunguan dan ketololan kita di abad super canggih ini.

Padahal, empat hal itu mengandung makna penting nan luar biasa. Bukan hanya dunia akan tentram dan tanpa amarah, tapi juga akan membuat dunia tampak ceria, penuh kasih, dan sarat cinta, yang kini nyaris sima.

Para ulama, sebagai pewaris para nabi, dengan ilmunya akan membuat dunia kokoh berdiri. Ilmu para ulama yang diterapkan bukan pada tempatnya akan membuat dunia gelisah dan resah, umat satu dengan umat lainnya yang mestinya merajut kasih berganti arah seratus delapan derajat saling hujat, dan saling hardik. Inilah petaka awal yang bisa berakhir dengan pertumpahan darah.

Kedermawanan orang-orang kaya akan membuat ikatan ukhuwwah sesama semakin erat. Jurang perbedaan dengan si miskin tak akan terjadi lagi. Dunia akan ada sarat doa, yang dilantunkan para fakir miskin, yang membuat hidup kian bersahaja dan diberkahi. Kerjasama saling menguntungkan ini, akhirnya akan melahirkan ritme hidup penuh irama kedamaian dan kesyahduan. 

Sebaliknya, bila para hartawan congkak, arogan, dan menindas si miskin dan si fakir, maka bersiaplah menerima malapetaka besar, bahaya luar biasa, yang bisa menggoyahkan dunia. Si miskin dan si fakir bisa marah besar. Bukan lagi harta yang menjadi sasaran, tapi langsung nyawa para hartawan, ini seperti diisyaratkan Rasulullah SAW di dalam sebuah sabdanya.

Akan datang suatu masa, kata Nabi SAW, orang-orang miskin yang tak lagi membutuhkan harta, yang mereka butuhkan adalah darah dan nyawa para hartawan. Sungguh, ini bukan main-main. Revolusi berdarah yang bertaruhkan nyawa amat mungkin terjadi. Sadarilah, si kaya dan si miskin tak ada perbedaannya di hadapan Allah SWT kecuali ketakwaannya.

Sebelum petaka menimpa beristighfarlah. Harta tak ada apa-apanya, bila hanya membuat saudara di sekitar kita terluka hatinya, teriris nuraninya.

Sebelum ajal menjemput bertaubatlah, tak ada yang kita bawa ketika maut menjemput, kecuali ilmu yang bermanfaat, anak yang shaleh, dan amal jariah. Sudahkah kita berbekal untuk bekal hidup sebenarnya? Jawablah secara jujur, dan lakukanlah apa yang seharusnya dilakukan.

Penguasa bisa mulia, juga bisa hina Mulia ketika ia berbuat keadilan. Tidak berpihak pada siapa pun, kecuali pada kebenaran dan keadilan. Penguasa, siapa pun Anda, tak bisa bertindak semaunya bila tak mau terjerumus pada jurang kehinaan. Ketika keadilan bisa dipermainkan oleh harta, tahta, maupun wanita, maka bersiaplah diadili di akhirat, di neraka adalah tempat kembali tak ada pilihan yang terbaik kecuali bertindak adil, dan menegakan keadilan.

Diposkan Oleh Enjang Muhaemin -- Lentera Dakwah

Enjang Muhaemin Kesediaan Anda membaca artikel EMPAT PENGOKOH DUNIA. merupakan kehormatan bagi saya. Anda diperbolehkan mengcopy-paste atau menyebarluaskan artikel ini, dan jangan lupa meletakkan link di bawah ini sebagai sumbernya.

:: SILAKAN KLIK DAN BACA TULISAN LAINNYA ::

Diposting oleh Enjang Muhaemin
Lentera Dakwah Updated at: Jumat, Juli 30, 2010