Memahami dan Menulis Berita [2]

APA ITU BERITA?

Oleh Enjang Muhaemin

Merumuskan definisi berita, sebenarnya, gampang-gampang susah. Disebut mudah, karena kita memang sudah ‘terlatih’ membaca, mendengar, dan melihat berita, baik yang dipublikasikan media cetak, disiarkan radio, maupun yang ditayangkan televisi.


Benar apa yang dikatakan Irving Resenthall dan Marton Yarmen, “Berita, lebih mudah untuk dikenali atau diketahui, daripada diberikan batasannya.” Hal serupa, juga diungkapkan Asep Saeful Muhtadi. Membuat definisi berita, memang tidak semudah memahami berita. “Seseorang dapat memahami dengan mudah membedakan antara berita dengan artikel, misalnya, atau dengan biografi biasa,” jelasnya.

Bagi banyak wartawan, tulis Jack Lule, mencoba mendefisikan berita mungkin tampak seperti suatu jabatan akademis, hanya cocok bagi orang-orang universitas yang berpakaian perlente. “Beberapa wartawan mungkin mengulangi ucapan Gertrude Stein: Berita adalah berita adalah berita. Wartawan lain mungkin menyamakan berita dengan rasa lapar. Mereka barangkali tidak bisa mendefinisikannya, tapi mereka tahu bila mereka merasakannya.”

Berita memang tidak mudah mendefinisikannya. Susahnya, karena berita itu mencakup banyak variabel. ”News is difficult to define, because it involves mani variable factors,” ujar Earl Engslish dan Clarence Hach dalam bukunya Scholastik Journalism.

Tapi, oke-lah, jangan dipikirkan jlimet. Toh, kendati belum tentu memuaskan, sudah banyak pakar dan praktisi media yang mencoba merumuskannya. Kita telaah, dan pahami saja maknanya. Insya Allah, tidak akan membuat kening kita berkerut kok!

Enjoy-enjoy sajalah. Yang penting kita paham, “Oh, itu yah yang disebut berita oleh Si Fulan tuh!”, dan “Oh, jadi berita itu yang begini, begini, dan seterusnya.”
Untuk gambaran, baiklah akan dikutip beberapa definisi berita. Baik definisi yang bersifat humoris, plastis, maupun rumusan yang berbau akademis.

Di antara definisi yang relatif populer di kalangan para pemerhati jurnalistik adalah dengan mengungkap contoh. Dalam logika tradisional, tulis Asep Saeful Muhtadi, contoh-contoh yang berkaitan dengan konsep-konsep yang masih abstrak memang dapat digunakan untuk merumuskan definisi (ta’rif bi al-mitsal). Definisi seperti ini sempat diungkapkan oleh Bruce D. Itule dalam News Writing and Reporting for Today’s Media. Berita adalah man bites dog, orang menggigit anjing. Walhasil, dog bites man, anjing menggigit orang, bukanlah berita. Dengan menggunakan definisi seperti ini, tentunya dapat dipahami suatu abstraksi tentang berita.

Definisi yang lengkapnya ”if a dog bites a man, it’s not news,” itu tentunya menjadi tidak berlaku bila yang digigit anjing itu adalah orang penting, tokoh terkemuka, seperti presiden, menteri, dan orang terkemuka lainnya, atau seorang selebritis yang terkenal. Namun yang pasti, definisi ini, ingin menunjukkan bahwa berita adalah sesuatu yang di luar kelaziman. Ada unsur keluarbiasaan, keanehan, atau ketidakumuman.

Orang dewasa yang bisa jungkir balik, bukanlah berita. Tetapi, anak usia 6 bulan yang bisa “breuh” adalah berita. Contoh lainnya: manusia makan nasi bukanlah berita, tapi manusia yang makan mayat manusia adalah berita. Tak mengherankan bila kemudian Lord Northcliffe, “raja pers” dari Inggris ini menegaskan, “News is anything out of ordinary.” Berita, ujarnya, adalah segala sesuatu yang tidak biasa.

Williard C. Bleyer dalam Newspaper Writing and Editing menulis, berita adalah sesuatu yang termasa yang dipilih oleh wartawan untuk dimuat dalam surat kabar, karena dia menarik minat atau mempunyai makna bagi pembaca surat kabar, atau karena dia dapat menarik para pembaca untuk membaca berita tersebut. Eric C. Hepwood menuturkan, berita adalah laporan pertama dari kejadian yang penting yang dapat menarik perhatian umum.

Doug Newson dan James A. Wollert berpendapat, dalam definisi sederhana, berita adalah apa saja yang dan perlu diketahui orang atau lebih luas lagi oleh masyarakat. Dengan melaporkan berita, media massa memberikan informasi kepada masyarakat mengenai apa yang mereka butuhkan. “ Kurniawan Junaedhi dalam Ensiklopedi Pers Indonesia menyebutkan, berita adalah laporan atau keterangan mengenai terjadinya peristiwa atau keadaanyang bersifat umum dan baru saja terjadi (aktual) yang disampaikan oleh wartawan dalam media massa.

Dalam pandangan Dja’far H. Assegaf, batasan atau definisi berita dalam arti teknis jurnalistik adalah : “Laporan tentang fakta atau ide yang termasa, yang dipilih oleh staf redaksi suatu harian untuk disiarkan, yang dapat menarik perhatian pembaca, entah karena ia luar biasa, entah karena pentingnya, atau akibatnya, entah pula karena ia mencakup segi-segi human interest seperti humor, emosi atau ketegangan.”

Definisi berita yang dikemukakan, baik oleh para pakar komunikasi maupun praktisi media, tidak ada satu pun yang rumusan yang dianggap sempurna. Ini dapat dipahami mengingat berita memiliki banyak variabel dan faktor, yang tidak mudah diikat dalam satu definisi. Tak mengherankan bila hingga saat ini, belum ada satu pun, rumusan berita pun yang dapat diterima secara universal oleh berbagai pihak. “Pada dasarnya memang tidak ada pengertian yang mutlak tentang yang dianggap sebagai berita….,” ungkap M. Atar Semi

Selain definisi di atas, ada rumusan lain yang menarik untuk mempermudah pemahaman kita tentang berita. Rumusan berita yang disebut “News Arithmatic” berikut dikemukakan wartawan Amerika, George C. Bastian, dalam bukunya Editing the Day’s News. Ia menjelaskan batasan sebagai berikut:

1 orang biasa + 1 penghidupan biasa = 0 (Bukan Berita)
1 orang biasa + 1 pengalaman luar biasa = Berita
1 suami biasa + 1 istri biasa = 0
1 suami + 3 istri = Berita
1 kasir bank + 1 istri + 7 anak = 0
1 kasir bank - $10.000 = Berita
1 penyanyi + 1 presdir bank $10.000 = Berita
1 pria + 1 mobil + 1 pistol + 1 tawanan = Berita
1 orang + 1 ciptaan = Berita
1 lelaki + 1 istri + 1 sengketa + 1 peradilan = Berita
1 wanita + 1 pengalaman atau ciptaan = Berita
1 orang biasa + 1 kehidupan biasa dari 79 tahun = 0
1 orang biasa + 1 kehidupan dari 100 tahun = Berita

Untuk mengetahui makna berita lebih jauh, mari kita coba lacak kamus. Kamus Besar Bahasa Indonesia, mengartikan berita sebagai “laporan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat.” Kamus kita juga mengartikan berita sebagai “laporan tentang suatu kejadian yang terbaru,” atau “keterangan yang baru tentang suatu peristiwa.” Teranglah, ujar Dja’far H. Assegaf, dari kamus kita tidak akan mendapatkan suatu gambaran yang benar dan mencakup segi-segi yang esensiil dari berita.”

Berita, dalam bahasa Inggris, disebut news. Mari kita coba lacak dalam kamus bahasa Inggris! Kamus The Oxford Paperback Dictionary, misalnya. Menurut kamus ini, news diartikan sebagai information about recent events (informasi tentang berbagai peristiwa terbaru). Kamus lain, Merriam-Webster’s Collegiate Dictionary, menjelaskan, news sebagai “laporan peristiwa terkini” (report of recent events), dan “informasi yang belum diketahui sebelumnya” (unknow information).

Dari berbagai definisi di atas, saya ingin mengajukan satu definisi tentang berita, sebagai sebuah elaborasi dari berbagai pendapat. Berita, sekali lagi hemat saya, adalah laporan terbaru yang dilakukan wartawan, baik berupa fakta, data, maupun ide yang memenuhi satu atau lebih unsur berita, dan diinformasikan kepada masyarakat dengan menggunakan media massa. Unsur-unsur berita banyak ragamnya, seperti aktual, faktual, penting, dampak, keluarbiasaan atau keanehan, kegagalan, kemajuan, ketegangan, pertentangan, seks, kejahatan, dan daya tarik insani.

Rumusan yang beragam tentang berita, menunjukkan, bahwa berita memang tidak mudah untuk didefinsikan secara komprehensif, mutlak, dan universal. Namun, yang pasti, dari berbagai definisi di atas, sedikit banyak akhirnya kita dapat memahami tentang apa yang dimaksud dengan berita. Bahkan, boleh jadi, Anda sudah mulai bisa mendefinisikannya sendiri. Syukurlah, artinya, Anda sudah paham dan mengerti.

Diposkan Oleh Enjang Muhaemin -- Lentera Dakwah

Enjang Muhaemin Kesediaan Anda membaca artikel Memahami dan Menulis Berita [2]. merupakan kehormatan bagi saya. Anda diperbolehkan mengcopy-paste atau menyebarluaskan artikel ini, dan jangan lupa meletakkan link di bawah ini sebagai sumbernya.

:: SILAKAN KLIK DAN BACA TULISAN LAINNYA ::

Diposting oleh Enjang Muhaemin
Lentera Dakwah Updated at: Rabu, Juli 06, 2011