Lembaga Usaha, Solusi Masjid Berdayakan Ekonomi Umat

MASJID di Indonesia, umumnya masih difungsikan sebatas sarana ibadah. Fungsi-fungsi lainnya belum tergarap optimal. Manajemennya, juga masih seadanya. Dukungan pengelola, pun demikian. Masih mengandalkan ‘sesuatu’ yang serba sisa. Pemikiran, kemampuan, tenaga, waktu, dan usia yang didermakan untuk memakmurkan masjid, dan memberdayakan jamaah, rata-rata juga sisa. 

 “Akibatnya, kemajuan dan pemberdayaan masjid juga mengalami kendala. Efek lanjutannya, fungsi-fungsi masjid tidak tergarap optimal. Termasuk fungsi pemberdayaan ekonomi umat,” kata Drs. Enjang Muhaemin, M.Ag, dalam Diklat Manajemen DKM dan Ekonomi Syariah Berbasis Masjid, yang digelar Pokja Agama P2KB Sukaraja, Kota Bandung, Minggu (18/11/12). 

Dalam Diklat yang dilaksanakan di Aula SMP Muhammadiyah, dan dihadiri sekitar seratus peserta itu, juga menghadirkan Ketua MUI Sukaraja, KH Engkus Suhendar, M.Ag. 

Dalam kesempatan tersebut, Enjang berpendapat, bila saja ekonomi umat Islam dikelola secara profesional, tentu hasilnya akan sangat luar biasa. “Sekarang ini, banyak potensi ekonomi yang tidak tergarap secara optimal, bahkan tidak sedikit yang terabaikan, dan tak tersentuh para pengurus masjid,” papar Enjang. 

Miliki Lembaga Usaha 
Dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Bandung itu mengungkapkan, bila saja setiap masjid memiliki lembaga usaha seperti mini market, koperasi syariah, BMT, gedung resepsi, dan biro perjalanan haji dan umrah, maka dapat diduga betapa hebatnya dana yang terkumpul. 

“Dan hasilnya tersebut, bukan hanya akan membuat masjid mampu mendanai beragam kegiatan yang bermanfaat bagi syiar Islam, tapi juga akan mampu mendongkrak ekonomi para jamaah,” tandasnya. 

Dana untuk membangun itu semua dari mana? “Sumber dana umat Islam itu luar biasa besarnya. Ada zakat mal, ada infak dan shadaqah, ada hibah, juga tidak sedikit umat Islam yang kaya, yang siap menginvestasikan dananya dalam kerangka pemberdayaan ekonomi umat,” ungkapnya. 

Mengingat dana umat Islam itu tersedia secara potensial, jelas Enjang, tinggal bagaimana para pengelola masjid mampu menggalinya. “Tentu butuh strategi, pendekatan, dan perencanaan yang matang. Dalam konteks inilah, maka pendidikan dan pelatihan pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid memiliki nilai penting,” ungkapnya. [] BIE | BandungOke.com.

Diposkan Oleh Enjang Muhaemin -- Lentera Dakwah

Enjang Muhaemin Kesediaan Anda membaca artikel Lembaga Usaha, Solusi Masjid Berdayakan Ekonomi Umat. merupakan kehormatan bagi saya. Anda diperbolehkan mengcopy-paste atau menyebarluaskan artikel ini, dan jangan lupa meletakkan link di bawah ini sebagai sumbernya.

:: SILAKAN KLIK DAN BACA TULISAN LAINNYA ::

Diposting oleh Enjang Muhaemin
Lentera Dakwah Updated at: Minggu, April 14, 2013